Minggu, 27 Oktober 2013

Tap SI MPR No XVIII/ MPR/ 1998:
       Mencabut Tap MPR No II/ MPR 1978 ttg P4
       Mencabut Pancasila sbg satu2nya asas orsospol
       Mencabut mandat MPR pd Presiden utk membudayakan Pancasila melalui P4 & asas tunggal
Keberadaan Pancasila dpt diukur melalui 3 kriteria:
       Konsistensi
       Koherensi
       korespondensi
KONSISTENSI
       “Consistere”, berdiri bersama, sesuai, harmoni, atau hubungan yg logis
       Artinya, Pancasila hrs mempunyai hubungan yg terpadu dgn teks atau dokumen lain
KOHERENSI
       “Cohaerere”, lekat satu dng yg lain
       Artinya, dalam Pancasila hrs ada keterkaitan antara sila yg satu dng sila lainnya
KORESPONDENSI
       “co” bersama, “respondere” menjawab.
       Artinya, harus ada kesamaan (kesesuaian) antara teori & praktik
Orde Lama INKONSISTEN 1:
       NASAKOM
       Pancasila diperas mjd Trisila, bahkan mjd Ekasila: gotong royong (kolektivisme)
Orde Lama INKONSISTEN 2:
       Komunis menganut paham materialisme, tdk percaya adanya Tuhan
       Komunis menganut kontradiksi kelas borjuis-buruh
       Komunis menganut internasionalisme, bkn kebangsaan
       Komunis menganut diktatorisme proletar
       Komunis adalah representasi dr keadilan sosial
Orde Lama INKOHEREN:
       Adanya Demokrasi Terpimpin
       Demokrasi Terpimpin menghilangkan Sila IV
Orde Lama INKORESPONDEN:
       Membiarkan Partai Komunis yg nyata2 anti Tuhan
       Membubarkan PSI & MASYUMI
INKOHERENSI Orde Baru 1:
       Keadilan Sosial (?) KAPITALISME
       Yang ada: KKN
INKOHERENSI Orde Baru 2:
       Kerakyatan (?) OTORITARIANISME
       Monoloyalitas
       Tdk ada kebebasan berserikat & berkumpul
       Tdk ada freedom of speech
       Tuduhan makar, tuduhan antek PKI, tuduhan NII (DI/ TII)
INKOHERENSI Orde Baru 3:
       Persatuan (?) MILITERISME
       DOM
       BAKORTRANAS/ BAKORTRANASDA
INKOHERENSI Orde Baru 4:
       Kemanusiaan (?) KEKUASAAN POLITIK
       Maraknya pelanggaran HAM
INKOHERENSI Orde Baru 5:
       Ketuhanan (?) not so substantial
       Prosedural.
       Teori stabilitas.


Tidak ada komentar: