Tap SI MPR No XVIII/ MPR/ 1998:
• Mencabut Tap MPR No II/ MPR 1978 ttg P4
• Mencabut Pancasila sbg satu2nya asas orsospol
• Mencabut mandat MPR pd Presiden utk membudayakan Pancasila melalui P4 & asas tunggal
Keberadaan Pancasila dpt diukur melalui 3 kriteria:
• Konsistensi
• Koherensi
• korespondensi
KONSISTENSI
• “Consistere”, berdiri bersama, sesuai, harmoni, atau hubungan yg logis
• Artinya, Pancasila hrs mempunyai hubungan yg terpadu dgn teks atau dokumen lain
KOHERENSI
• “Cohaerere”, lekat satu dng yg lain
• Artinya, dalam Pancasila hrs ada keterkaitan antara sila yg satu dng sila lainnya
KORESPONDENSI
• “co” bersama, “respondere” menjawab.
• Artinya, harus ada kesamaan (kesesuaian) antara teori & praktik
Orde Lama INKONSISTEN 1:
• NASAKOM
• Pancasila diperas mjd Trisila, bahkan mjd Ekasila: gotong royong (kolektivisme)
Orde Lama INKONSISTEN 2:
• Komunis menganut paham materialisme, tdk percaya adanya Tuhan
• Komunis menganut kontradiksi kelas borjuis-buruh
• Komunis menganut internasionalisme, bkn kebangsaan
• Komunis menganut diktatorisme proletar
• Komunis adalah representasi dr keadilan sosial
Orde Lama INKOHEREN:
• Adanya Demokrasi Terpimpin
• Demokrasi Terpimpin menghilangkan Sila IV
Orde Lama INKORESPONDEN:
• Membiarkan Partai Komunis yg nyata2 anti Tuhan
• Membubarkan PSI & MASYUMI
INKOHERENSI Orde Baru 1:
• Keadilan Sosial (?) KAPITALISME
• Yang ada: KKN
INKOHERENSI Orde Baru 2:
• Kerakyatan (?) OTORITARIANISME
• Monoloyalitas
• Tdk ada kebebasan berserikat & berkumpul
• Tdk ada freedom of speech
• Tuduhan makar, tuduhan antek PKI, tuduhan NII (DI/ TII)
INKOHERENSI Orde Baru 3:
• Persatuan (?) MILITERISME
• DOM
• BAKORTRANAS/ BAKORTRANASDA
INKOHERENSI Orde Baru 4:
• Kemanusiaan (?) KEKUASAAN POLITIK
• Maraknya pelanggaran HAM
INKOHERENSI Orde Baru 5:
• Ketuhanan (?) not so substantial
• Prosedural.
• Teori stabilitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar